Selasa, 09 Juli 2019

INTERNET ADDICTION




INTERNET ADDICTION

   Internet addiction atau adiksi pada internet adalah kondisi kecanduan dan ketergantungan pada internet, keadaan ini menyebabkan perilaku seseorang memiliki dorongan tak terkendali, sering disertai dengan hilangnya kontrol, keasyikan dengan penggunaan, dan terus menggunakan meskipun menyebabkan masalah pada dirinya.

     Ada banyak kriteria orang yang kecanduan internet seperti menutut Young (2010) menyebutkan 8 kriterium-kriterium kecanduan internet,  yaitu ;

Merasa keasyikan dengan internet, Memerlukan waktu tambahan dalam mencapai kepuasan sewaktu menggunakan internet, Tidak mampu mengontrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet, Merasa gelisah, murung, depresi atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet, Mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan, Kehilangan orang‐orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan atau karier gara‐gara penggunaan internet, Membohongi keluarga, terapis, atau orang‐orang terdekat untuk menyembunyikan keterlibatan lebih jauh dengan internet, dan menggunakan internet sebagai jalan keluar mengatasi masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan atau depresi.

Faktor penyebab dari internet addiction :

       Pertama adanya respon biokimia pada otak, Perasaan senang atau nikmat tersebut kemungkinan besar terkait dengan hormon endorphin yang dikeluarkan oleh hipotalamus otak. Hormon ini keluar saat seseorang bahagia, seperti saat mengakses internet. Keluarnya hormon endorphin sendiri berbeda pada tiap orang, tergantung dari kebiasaan mereka. Oleh sebab itu, jika seseorang mulai terbiasa dengan kebahagiaan di internet secara berlebihan, terdapat kemungkinan bila dia kelak menderita IAD.

       Kedua contoh ketika seseorang sedang memiliki banyak masalah dalam hidupnya namun tidak ada wadah untuk bercerita, masalah tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalihkan perhatiannya ke internet seperti ketika seseorang bercerita di media sosial terbuka miliknya lalu karna dianggap lebih membuat tenang maka seseorang tersebut akan mengulangi perilakunya dan candu akan internet walau perilaku tersebut dia tau tidak baik.

    Ketiga karna banyak kemudahan dalam internet, karna banyaknya kemudahan dalam dunia internet maka individu akan merasa lebih mengandalkan internet untuk melakukan berbagai macam kegiatan, transaksi, atau bahkan berkomunikasi.

    Kecanduan pada internet ini dapat berbahaya jika di biarkan secara terus menerus, dapat menyebabkan stress yang sangat tinggi ketika tidak ada internet dan pada anak kecil dapat mengganggu pertumbuhan kognitif, komunikasi ataupun perkembangan pada dirinya. Menurut Young (1999) ada 7 teknik perawatan yang mungkin dilakukan yaitu; Practice the opposite, external stoppers, setting goals, reminders card, personal inventory, social support, family therapy.


Referensi :
- http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/129/2/BAB%20II.pdf

-https://www.merdeka.com/teknologi/bahaya-dunia-maya-ini-5-penyebab-orang-kecanduan- internet/berbagai-kemudahan-instan.html

-https://rizkiamaliar.wordpress.com/2014/10/26/mengenali-dan-mengatasi-internet-addiction-disorder/



Selasa, 30 April 2019

ETIKA DAN KASUS DALAM BER-INTERNET


ETIKA DALAM BER- INTERNET

Apa yang dimaksud dengan etika ber-internet? Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep benar-salah, baik-buruk serta tanggung jawab. Sedangkan Interner merepakan kependakan dari Interconnection-networking yang memiliki pengertian seluruh jaringan komputer yang saling terhubung yang menggunakan standar sistem global Transmission Contril Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP).

Menggunakan internet untuk keperluan berarti serta saling menghormati antar pengguna internet. Sepuluh etika ini disebut sebagai “the ten commandements for computer ethics” atau sepuluh perintah etika menggunakan komputer. Versi lain yang juga menjadi rujukan etika komunikasi virtual adalah netiket yang disampaikan oleh Virgina Shea. Isi etika tersebut terdiri dari sepuluh pedoman pula yaitu:
a.     Lawan bicara dalam internet adalah manusia, sehingga penempatan diri secara empati perlu dilakukan dalam komunikasi virtual.
b.      Gunakan standar perilaku yang sama dalam kehidupan dan komunikasi alam nyata.
c.      Mampu menempatkan diri dalam dunia maya dengan cara mengenali dahulu anggota komunitas yang online pada jalur tersebut.
d.      Menghormati secara sesame user juga penggunaan bandwith yang tersedia.
e.     Berkepribadian yang enak dan harmonis dalam penyusunan kata pesan yang dipampangkan agar lebih memudahkan dalam pemaknaan pesan.
f.       Membagi semua pengalaman yang ada.
g.      Mengatasi emosi yang terjadi dalam komunikasi virtual. Menghormati hal privasi orang lain.
h.      Penonjolan karakter adalah sesuatu yang tidak etis dalam proses komunikasi.
i.        Memberi maaf pada kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

CONTOH KASUS ETIKA DALAM BER-INTERNET

Contoh kasus yang biasa terjadi adalah ketika seseorang menuangkan apa yang sedang dirasakan biasanya menuangkan emosinya ke dalam sosial media seperti menulis status di Facebook, Twitter ataupun menuangkan kalimat di halaman komentar Instagram. Dalam kasus ini seseorang akan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti orang lain yang biasanya adalah orang terdekatnya diluar kendali yang dapat menghantarkan kebencian atau bahkan yang lebih parahnya bisa terjerat pasal dan dipenjarakan. Pengguna lain pun akan terasa terganggu dengan kata-katanya yg tidak enak dilihat, biasanya mengeluarkan kata-kata kasar

Seperti dalam 10 etika diatas poin a,c,e dan g sesuai dengan kasus diatas sebaiknya dalam menggunakan internet kita dapat menempatkan diri sesuai dengan kebutuhannya, menghormati pengguna lainnya, bersikap harmonis dan baik dengan orang lain.



Referensi :
http://tiketikaprofesi.blogspot.com/
http://medyarizkadani.blogspot.com/2013/04/etika-dalam-menggunakan-internet-netiket.html

Minggu, 31 Maret 2019

Interaksi manusia dengan internet


INTERAKSI MANUSIA DENGAN INTERNET

INTERAKSI

            Interaksi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruh antarhubungan, Sedangkan menurut Thibaut dan Kelley Interaksi adalah suatu peristiwa saling memengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, yang kemudian mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi, tindakan setiap orang bertujuan untuk memengaruhi individu lain terjadi dalam setiap kasus interaksi.


INTERNET

        Apa yang dimaksud dengan internet (interconnection-networking)? Internet adalah suatu jaringan komunikasi global yang menghubungkan milyaran jaringan komputer secara terbuka dengan menggunakan sistem standar global transmission control protocol/ internet protocol suite (TCP/ IP).


INTERAKSI MANUSIA DENGAN INTERNET

              Interaksi manusia dengan internet bisa diartikan dengan bagaimana cara manusia berkomunikasi terhadap dunia internet, seperti menurut Fuch, 2007 interaksi yang menghasilkan sebuah ekosistem kehidupan baru manusia dalam bentuk digital. Semakin hari penggunaan internet semakin berkembang semakin bermetamofosis dari sekedar jaringan komputer menjadi sebuah dunia tempat manusia berinteraksi dan  berkomunikasi.

             Interaksi manusia dengan internet semakin luas tidak hanya untuk sekedar mengirim pesan dengan jarak yang jauh melalui beragam media sosial seperti Whatsapp, Line, Facebook, Twitter, penggunaan internet sekarang semakin beragam seperti pada penjualan barang yang semakin mempermudah. Karna semakin meluasnya penggunaan internet maka banyak dampak yang dapat terjadi pada perilaku manusia itu sendiri, dampak terbagi menjadi dua; dampak positif dan dampak negatif  berikut adalah contoh dari dampak positif dan negatif dari interaksi manusia dengan internet.
                
      Dampak Positif :·         Mempercepat dan memudahkan arus informasi dan data
·         Membangun self learning seseorang, dengan melihat dan membaca berbagai tutorial di Internet
·         Memudahkan kegiatan kampanye atau promosi hal-hal positif
·         Mempererat relasi dan juga pertemanan melalui media sosial
·         Membantu menggerakkan roda bisnis dan juga ekonomi manusia

Dampak Negatif :·         Adanya potensi kecanduan internet
·         Penggunaan waktu yang tidak produktif
·         Kurangnya berinteraksi dengan dunia nyata (antisosial)
·         Maraknya aksi cyber bullying
·         Tergerusnya budaya asli lokal karena proses globalisasi melalui internet

      
      
       Referensi :

       Devitri Sari Dianurani (11517579)
       2PA04