Rabu, 18 Oktober 2017

SEL TUBUH

KEHIDUPAN SEL



Apa Itu Sel?
Sel, suatu organik terkecil yang merupakan unit dari penyusun seluruh tubuh yang amat rumit. Karena itu, Sel  bisa disebut menyambungkan antara bahan kimia dan manusia ataupun makhluk lainnya maupun tumbuhan dan hewan. Seluruh fungsi tubuh setiap organisme akhirnya bergantung pada kemampuan fungsi dan struktur tiap-tiap sel tubuh yang dimilikinya. Lebihnya, semua sel itu baru dan semua kehidupan sel berasal dari pembelahan sel yang sudah ada pada sebelumnya, bukan dari sumber anorganik. Karena pada hakikatnya sel-sel pada semua makhluk memiliki struktur dan fungsi yang mirip. Sel mempunyai beberapa prinsip teori, yang ada sebagai berikut:
-Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil yang mampu menjalankan proses-proses kehidupan
-aktivitas fungsional tiap-tiap sel bergantung pada sifat struktural spesifik sel  yang bersangkutan
-sel adalah bahan organik penyusun semua organisme mulltiseluler
Itu adalah 3 dari sekian banyak prinsip teori yang dikemukakan tentang apa itu sel.

Ukuran Sel
Ukuran sel tubuh manusia tidak dapat dilihat hanya dengan mata telanjang melainkan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Biasanya, Partikel terkecil yang masih dapat dilihat dengan mata telanjang itu hanya sekitar 5 hingga 10 kali lebih besar dari ukuran sel manusia  dan sel manusia hanya berdiameter rata-rata 10 hingga 20 mikrometer yang berarti 1 mikrometer sama dengan seperseribu meter, begitu kecil dan amat banyak jika dilihat dan diamati. Maka dari itu mikroskop mulai berkembang pada abad ke-19 dan ditemukan pada abad ke-17

Struktur Sel
Sebanyak triliunan sel dalam tubuh manusia dibedakan hampir 200 jenis berdasarkan spesifik yg berbeda-beda. Pada umumnya sel dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu Membran plasma, Nukleus dan Sitoplasma

Membrane plasma adalah suatu organ yang membungkus sel, nukleus adalah tempat materi genetik sel  dan sedangkan sitoplasma adalah bagian yang tidak ditempati oleh nucleus sitoplasma sendiri mempunyai bagian –bagian yaitu sitosol,organel dan sitoskeleton

Untuk lebih jelasnya akan dibahas sebagai berikut:

1.     Membran plasma membungkus sel
Membran plasma adalah struktur membranosa tipis yang membungkus setiap sel, dan terutama tersusun atas molekul lipid atau lemak dan bertabur protein. Perintang ini memisahkan isi dari lingkungan sekitar; Membran plasma menjaga cairan intrasel atau yang disingkat CIS agar tidak bercampur dengan cairan eksternal atau biasa yang disebut dengan CES di bagian luar sel. Membran plasma bukan sekedar perintang mekanis penahan isi sel; proteinnya secara selektif mengendalikan pergerakan molekul antara CIS dan CES. Membran plasma bisa diibaratkan juga sebagai dinding pembatas.
Melalui struktur ini, sel mengatur dan mengontrol masuknya nutrien dan pasokan lain yang dibutuhkan serta keluarnya produk yang dibuat di dalam sel, untuk memelihara kelangsungan hidup dan aktivitas tertentu, seiap sel harus menukar bahan-bahan melintasi membran ini dengan lingkungan cair internal di sekeliling sel, yang homeostasisnya terjaga dengan baik.

2.      Nukleus tempat materi genetik sel  
Nukleus yang normalnya merupakan komponen tunggal sel yang paling besar dan terorganisasi, dapat terlihat sebagai struktur bulat atau oval yang biasanya terletak dekat bagian tengah sel. Struktur ini dikelilingi membran lapis-ganda, selubung inti yang memisahkan nukleus dari bagian sel lainnya. Selubung inti ditembus oleh banyak pori inti yang memungkinkan lalu-lintas antara nukleus dan sitoplasma.

Nukleus berisi materi genetic sel yaitu Asam deoksiribonukleat /deoxyribonucleic acid, (DNA) yang memiliki dua fungsi penting, pertama adalah mengarahkan sintesis protein dan yang kedua adalah berperan sebagai cetak-biru genetic selama replikasi sel.
Dengan menentukan jenis dan jumlah protein yang diproduksi, nukleus secara tidak langsung juga berfungsi mengatur sebagian besar aktivitas sel dan berfungsi sebagai pusat kendali sel.

3.    Sitoplasma yang terdiri dari beberapa bagian
Sitoplasma adalah bagian sel yang tidak ditempati oleh nukelus. Sitoplasma mengandung beberapa struktur-struktur organel atau organ mini  yang memiliki sel khusus, lalu sitoskeleton atau kerangka protein yang berfungsi sebagai “tulang dan otot” pada sel yang semuanya tersebar pada sitosol atau cairan yang bertekstur mirip gel.

Organel merupakan struktur yang sangat amat terorganisasi dan menjalankan fungsi yang khusus didalam sel. Pada umumnya hampir sekitar separuh volume sel ditempati oleh dua jenis organel, yaitu organel bermembran dan organel tak bermembran.

Organel bermembran adalah organel yang bahannya tersendiri didalam sel yang terbungkus membran, membran tersebut mirip seperti membran plasma. Karenanya isi sebuah organel yang bermembran terpisah dari sitosol-sitosol disekitarnya dan dari isi organel lainnya. Hampir semua sel manusia mengandung 5 jenis utama organel yang memiliki membranseperti reticulum endoplasma, kompleks geolgi, lisosom, peroksisom, dan mitokondria. Masing-masing organel bermembran merupakan kompartemen internal terpisah yang mengandung bahan yang sangat spesifik sehingga fungsinya juga sangat khusus.

Organel Tak Bermembran, Organel ini tidak dibungkus oleh membran, sehingga organel ini bersentuhan langsung dengan sitosol. Organel tak bermembran mempunyai 3 jenis utama yaitu ribosom, vault, dan sentriol. Organel tak bermembran juga memiliki fungsi khusus di dalam sel.

Sitoskeleton adalah sebuah system jalinan serat dan tubulus yang meluas ke semua bagian sitosol. Jalinan yang kompleks ini memberikan bentuk pada sel, menunjang organisasi internal sel dan sebagai pengatur berbagai pergerakan pada sel.
Bagian-bagian sitoplasma yang tidak ditempati oleh organel dan sitskeleton terdiri atas sitosol atau cairan sel yang bertekstur mirip gel. Banyak unsur kimia yang berlangsung didalam sitosol.
Berikut adalah gambaran dari struktur sel….



Selanjutnya akan membahas 5 komponen-komponen struktur utama organel  sitoplasma yang bermembran dan 3 organel yang tidak memiliki membran
Berikut adalah 5 struktur utama organel bermembran:
  • Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma atau biasa disingkat RE adalah sebuah sistem membran kompleks yang berisi cairan yang tersebar di daerah sitosol. RE berfungsi sebagai pemeran utama dalam penghasil protein dan lipid. RE atau retikulum endoplasma diketahui memiliki dua jenis yaitu RE halus dan RE kasar. RE halus dan RE kasar memiliki hubungan walaupun fungsi dan bentuknya sangat berbeda. Jumlah sel RE halus dan kasar bermacam-macam antar sel, tergantung pada aktivitas sel yang bersangkutan.

Retikulum endoplasma (RE) kasar dindingnya ditaburi oleh ribosom dan bersama ribosom hanya menyintesis dan membebaskan berbagai protein baru ke dalam bagian RE kasar yang berisi cairan yang terbungkus membran RE atau yang biasa disebut dengan Lumen, dan RE kasar lebih banyak daripada RE yang halus.

Retikulum Endoplasma halus banyak dijumpai di sel yang dikhususkan untuk metabolism lipid atau lemak misalnya sel yang menyekresi hormon steroid turunan lipid dan pada dinding retikulum endoplasma halus banyak mengandung enzim-enzim seperti pada retikulum endoplasma kasar, RE halus ini juga ada di sel hati dan sel otot pada manusia.
Berikut adalah gambar dari retikulum endoplasma




  •  Kompleks Golgi

Kompleks Golgi berkaitan juga dengan retikulum endoplasma yang baru saja dijelaskan, setiap kompleks golgi tersusun atas tumpukan yang berbentuk seperti kantong gepeng sedikit melengkung yang dilapisi oleh membran. Kantong-kantong golgi tidak bersentuhan yang berarti memiliki jarak antara satu dengan yang lainnya, karna bentuknya yang gepeng dan tipis ditengah tetapi melebar di pinggirannya. Jumlah golgi bervariasi tergantung pada tiap-tiap selnya. Ada yang memiliki satu tumpukan dan khusus untuk sel-sel yang berperan dalam sekresi protein memiliki ratusan tumpukan.

Kompleks golgi memiliki tahap dimana Vesikel (Ruang pada sel) yang mengangkut muatannya ke dalam kompleks golgi untuk pengolahan lebih lanjut, pada tahap mengangkut dan mentransit ini berlangsung dua fungsi yang penting yang saling berkaitan yaitu pertama adalah pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi, di dalam kompleks golgi protein mentah yang berasal dari RE diolah menjadi bentukan akhir. Kedua adalah penyortiran dan pengarahan produk jadi menuju destinasi karna kompleks golgi berfungsi untuk mengarahkan dan memisahkan produk berdasar fungsi-fungsinya tersendiri.
Berikut adalah gambar dari kompleks golgi atau badan golgi



  • Lisosom dan Endositosis


Lisosom adalah organel kecil yang terbungkus oleh membran dan berfungsi menguraikan molekul organik, karna berasal dari kata lys yang berarti penguraian dan some yang berarti badan. Lisosom berbeda dengan organel lainnya, karna lisosom strukturnya yang beragam dan ukurannya juga beragam tergantung pada isi yang dicernanya. Biasanya lisosom berupabadan bulat atau oval yang kecil sekitar 0,2 hingga 0,5 mikrometer, dan rata-rata sel memiliki sekitar 300 lisosom.

Lisosom memiliki peran dalam mencerna bahan ekstraseluler yang masuk ke sel melalui fagositosis, lisosom terbentuk dari kompleks golgi. Lisosom memiliki 40 macam enzim hidrolitik kuat yang dipengaruhi di retikulum endoplasma lalu diangkut ke golgi dan dikemas ke dalam lisosom,
Di dalam lisosom, molekul organik yang banyak terbawa adalah  berupa debris sel dan benda yang asing lainnya dan bakteri juga ada didalamnya, enzim lisosom sama dengan enzim hidrolitik yaitu mengekresikan sistem pencernaan untuk menerna makanan.

Karena itu, lisosom berperan dalam “sistem pencernaan” intraselulser. Sedangkan bahan ekstraseluler dibawa kedalam sel melalui proses fagositosis salah satu jenis endositosis yaitu memasukan bahan bahan ekstra ke dalam sel dan berlangsung dengan 3 cara yaitu: pinositosis (sel minum), endositosis-reseptor, dan fagositosis (sel makan) bisa dilihat pada gambar berikut:



Lisosom, mempunyai fungsi juga untuk menyingkirkan organel yang rusak. Lisosom juga dapat menyatu dengan organel yang sudah using tidak karuan gunanya untuk menyingkirkan bagian sel yang sudah tidak berguna lagi.

Proses ini disebut juga dengan autofagi yang memungkinkan pembaruan pada perangkat sel karna Pada sebagian besar sel, semua organ dapat diperbaharui kembali.




  •  Peroksisom dan Detoksifikasi

Peroksisom adalah organ bermembran yang dapat membuahkan dan menguraikan hydrogen peroksia (H2O2) dalam bentuk degradasi dalam bentuk toksik,. Biasanya didalam sel terdapat hampir ratusan peroksisom kecil yang ukurannya sepertiga dari ukuran lisosom. Peroksisom juga mengandung enzim oksidatif yang mendetoksifikasi berbagai sisa zat-zat, bentuk peroksisom mirip seperti lisosom bedanya periksosom mengandung enzim oksidatif sedangkan lisosom mengandung enzim hidrolitik.



  •  Mitokondria

Mitokondria adalah struktur yang berbentuk batang atau oval yang bisa diukur seukuran bakteri, dan mitokondria merupakan turunan bakteriyang ditelan oleh sel lama atau sel yang primitif, dan berubah menjadi organel yang permanen. Mitokondria juga memiliki DNA tersendiri berbeda dengan yang berada didalam inti sel karna asal usulnya juga yang berbeda. Hal yang membedakan DNA dari mitokondria adalah DNA ini memiliki kode genetik guna tersendiri yang mengharuskan menghasilkan banyak molekul yang dibutuhkan untuk si mitokondria ini tersediri.



Setiap Mitokondria diseliputi oleh 2 membran yaitu membran luar dan membran dalam yang membentuk serangkaian serangkaian lipatan maupun lekukan yang biasa dikenal dengan nama krista, dan yang menonjol ke dalam rongga yang terisi larutan berisi bertekstur mirip gel yang dikenal sebagai matriks. Krista ini tersendiri mempunyai banyak protein yang akhirnya mengandung oksigen untuk mengubah banyak protein menjadi energi dan matriks sendiri terdiri atas campuran yang mengandung enzim-enzim yang diperkirakan hingga ratusan, yang berfungsi berbeda-beda dalam menghasilkan energi dalam protein krista.

Mitokondria juga berfungsi untuk membentuk sebuah retikulum  mitokondria pada beberapa jenis sel dan retikulum mitokondria ini memiliki sifat yang dinamis yang terus bisa mengalami perubahan seiring adanya mitokondria yang bergabung ataupun memisahkan diri. Mitokondria juga memainkan peran utama sebagai pembentukan ATP (Adenosin trifosfat),

Dan selanjutnya adalah 3 organel tak bermembran:

  •          Ribosom

Ribosom Mempunyai fungsi menjalankan sintesis protei dengan membaca suatu RNA ke bagian asam amino dalam urutan yang teratur. Ribosom berada bebas di daerah permukaan sitosol atau bisa juga melekat pada dinding RE kasar. Ribosom mempunyai bentuk bulat yang berdiameter 20 nm dan terbagi menjadi dua bagian yang berbeda ukurannya.

  •          Vault

Vault mempunyai peran sebagai kendaraan transport seluler tetapi keberadaannya masih belum bisa dipastikan fungsinya untuk apa saja, mempunyai bentuk seperti tong octagonal berukuran tiga kali dari ribosom. Jika melihat dalam dari ribosom terlihat seperti sepasang kelopak bunga yang melekat pada sebuah cincin. Sebuah sel banyak mengandung hamper ribuan vault, organel ini diketahui masih menjadi bahan perbincangan para peneliti karna tidak bisa terlihat hanya dengan teknik pewarnaan yang biasa.

  •          Sentriol

Sentriol adalah sepasang struktur silindris pendek yang tegak lurus antar satu dengan yang satunya dibagian tengah sentrosom, apa itu sentrosom? Sentrosom adalah pusat sel yang terletak dekat nukleus dan diatas sentriol. Pada beberapa sel, sentriol membentuk silia dan flagella.


Pembelahan Sel
“setiap sel berasal dari sel” –Rudolf  Virchow pada tahun 1855, pembelahan sel adalah ketika kromosom-kromosom suatu sel membelah menjadi dua atau bereproduksi, pertama adalah reproduksi dimana amoeba, eukariota ber sel tunggal sedang membelah menjadi dua sel lalu bertumbuh dan berkembang dan terjadi pembaruan jaringan yaitu sel-sel yang lama akan menghasilkan atau berganti menjadi sel yang baru. Proses pembelahan sel merupakan bagian integral dari siklus sel. Pembelahan sel menghasilkan sel-sel anakan yang identic secara genetiknya tetapi ada juga beberapa yang DNA-nya tidak identic secara genetiknya.

Fase-fase siklus sel

Siklus sel telah dibagi menjadi dua mitosis dan meiosis :
  • Mitosis
Mitosis adalah proses pembelahan sebuah sel yang dapat menghasilkan sifat identic secara genetikdan jumlah selnya sama dengan sel induk. Pembelahan ini terjadi hampir pada semua sel tubuh dan terjadi seumur hidup karna sel baru memang terus bermunculan untuk menggantikan sel lama yang telah rusak, Tetapi sel saraf dan sel otak tidak dapat beregenerasi.
Mitosis terbagi menjadi empat tahap pembelahan, yaitu:

1.      Profase- benang kromatin menebal menjadi kromosom yang menduplikasi menjadi kromatid.
2.      Metafase- kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan dan melekat pada sentromer. Pada tahap ini kromosom dan kromated mudah diamati.
3.      Anafase-fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong atau spindle menuju ke kutub-kutub pembelahan sel. Sentromer terpisah dan setiap pasangan kromatid yang bersaudara tertarik ke masing-masing kutub spindel.
4.      Telofase- pada tahap ini terjadi peristiwa kariokinesis yaitu pembagian inti menjadi dua bagian dan sitokinesis yaitu pembagian sitoplasma menjadi dua bagian. Dan selubung inti mulai terbentuk kembali.


  •  Meiosis

Meiosis adalah tahap akhir dalam produksi gamet. Meiosis melibatkan dua pembelahan sel bukan hanya satu sel saja, selain itu meiosis juga menghasilkan empat sel anak bukan dua. Meiosis ini lebih mengarah ke pembelahan untuk menghasilkan zigot yang diploid.





Respirasi seluler sel
Respirasi Selular sel biasanya mengarah ke reaksi intraseluler tempat molekul karya energy dipecah untuk membentuk sebuah ATP, menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 didalam prosesnya. Sel ATP dihasilkan dari penguraian yang berurut molekul nutrient yang terserap dalam tiga tahap yaitu: Glikolisis, siklus asam sitrat, fosforilasi.

Pertama adalah glikolisis, glikolisis terjadi didalam sitosol proses ini mengawali proses degradasi dengan memecah glukosa menjadi dua molekul senyawa yang disebut piruvat.
 Kedua siklus asam sitrat yang berlangsung di dalammatriks mitokondria sel eukariot atau berada didalam sitosolprokariota, disini terjadi penyelesaian penguraian glukosa dengan mengoksidasi turunan piruvat menjadi karbon dioksida, maka dari itu karbon dioksida yang dihasilkan menjelaskan kembali fragmen molekul organic yang teroksidasi.siklus asam sitrat menyelesaikan oksidasi molekul organic dan menghasilkan energi

Beberapa langkah pada glikolisis dan asam sitrat merupakan suatu disebut reaksi redoks, ketika dehydrogenase mencoba untuk mentransferelektron dari subtract ke NAD+dan membentuk menjadi NADH. Pada tahap terakhir dari respirasi suatu rantai transport electron menerima electron laindari penguraian produk pada kedua tahap sebelumnya. Dan mengoper ke molekul lainnya. Pada ujung dari rantai tersebut, electron dikombinasikan dengan oksigen molekular dan ion hidrogen untuk membentuk air.

Energi yang diterima dan dilepaskan pada setiap rantai disimpan dalam bentuk apa yang bisa digunakanoleh si mitokondria ini untuk membuat sebuah ATP, mode ini disebut juga dengan fosforilasi oksidatif. Dalam sel eukariot, membran dalam mitokondria bisa disebut sebagai tempat transport electron dan kemiosmosis, kedua peroses ini bersama menyusun forforilasi oksidatif didalam prokariota pada membran plasma. Fosforilasi oksidatif menghasilkan 90% ATP yang diproduksi oleh repirasi. Selama fosforilasi oksidiatif kemiosmosis menggandengkan transport electron dengan sintesis ATP.

Sekian penjelasan beberapa mengenai kehidupan sel tubuh, Terimakasih.







DAFTAR PUSTAKA

 

Ross dan Wilson. (2014). Dasar-dasar anatomi dan fisiologi, 12th indonesia edition: Elsevier Ltd.

Sherwood, L. (2014). Fisiologi manusia dari sel ke sistem, Ed.8. Jakarta: EGC.

Campbell, N.A. (2010). BIOLOGI: JILID 1. EDISI 8 (Vol.1): Penerbit Erlangga.




 Devitri Sari Dianurani
 11517579
 1PA13


 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar